Pemain Sepak Bola Paling Agresif dan Egois

Pemain Sepak Bola Paling Agresif dan Egois

Sepak bola merupakan pertandingan yang penuh tensi tinggi dan berbicara mengenai pemain sepak bola paling agresif mungkin anda akan berpikiran kepada seorang Pepe. Pemain belakang Real Madrid ini memang terkenal sangat tempramental dan sering di hadiahi hartu merah saat bertanding.

Namun ternyata Pepe bukanlah satu-satunya pemain sepak bola yang egois dan agresif, berikut ini beberapa pemain sepak bola yang terkenal memiliki perilaku yang egois, siapa saja mereka?

#Robinho

Pemain yang pernah memperkuat AC Milan ini sepanjang karirnya dikenal dengan seorang pemain dengan lari yang cukup cepat. Namun buruknya Robinho adalah seorang pemain sepak bola yang cukup egois, dirinya seringkali melakukan tembakan ke gawang tanpa memperhatikan posisi rekan lainnya yang memiliki posisi lebih berpeluang.

#Nicklas Bendtner

Sikap egois pemain Arsenal ini membuat Nicklas Bendtner  dijuluki sebagai Lord, keegoisannya tidak hanya di lapangan hijau saja namun juga diluar lapangan. Namun sikap malas dan bakat yang kurang bagus dari pemain ini membuatnya tersingkir dari dunia sepak bola.

#Nicolas Anelka

Pemain yang kini bermain di klub China ini merupakan salah satu pemain penyerang tertajam, namun sifat jelek dari pemain ini adalah dia hanya mau berlari ketika ada peluang besar untuk mencetak gol.

#Cristiano Ronaldo

Sikap agresif dari Cristiano Ronaldo sebenarnya tak selamanya buruk, terkadang spekulasi pemain ini berbuah gol dan memberikan kemenangan bagi Real Madrid. Namun tak jarang Cristiano Ronaldo kesal dengan sendirinya lantaran tak diberikan umpan oleh pemain lainnya ketika posisinya terbuka bebas.

#Zlatan Ibrahimovic

Pemain berperawakan tinggi besar ini pernah memperkuat beberapa tim sepak bola. Namun penampilannya tak selalu bagus beberapa tim. Hingga akhirnya dirinya sering berpindah-pindah ke tim lain.

#Arjen Robben

Pemain Bayern Munchen ini adalah salah satu pemain paling egois di dunia, Arjen Robben pun mengakui bahwa dirinya egois dan memang bangga dengan kemampuan yang dimilikinya. Inilah yang mungkin menjadi alasan kenapa Arjen Robben selalu berhasil menembus pertahanan lawan dengan aksi individunya.

 

Tak Disangka, Pemain Bola Ini Memiliki Darah Indonesia

Tak Disangka, Pemain Bola Ini Memiliki Darah Indonesia

Prestasi Sepak bola Indonesia bisa dibilang jauh tertinggal dengan sepak bola Eropa. Seperti yang kita ketahui, dunia persepakbolaan di benua Eropa telah menduduki peringkat dunia. Pada zaman penjajahan, Eropa sendiri pernah menjadikan Indonesia sebagai negara jajahan mereka. Rupanya, penjajahan tersebut nggak cuma meninggalkan kesengsaraan bagi warga Indonesia, tetapi juga meninggalkan jejak keturunan yang lestari hingga saat ini.

Menyambung ke paragraf awal, keturunan-keturunan tersebut kini ada yang menjadi pesepak bola di Eropa, lho! Yap! Tak banyak yang mengetahui jika di balik wajah ‘bule’ ternyata mereka memiliki darah Indonesia. Siapa saja? Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ulasannya.

Nigel de Jong. Bagi pecinta klub sepak bola AC Milan dan Manchester City pasti sudah nggak asing dengan nama Nigel de Jong. Yap, pria kelahiran Amsterdam, Belanda ini merupakan anak dari dari ibu yang berasal dari Maluku, Indonesia dan ayah Suriname.

Roy Makaay. Tampaknya tak ada yang bisa melupakan gol 10 detik di Liga Champions pada 2007 dari Rudolphus “Roy” Antonius Makaay saat Bayern Munich menghadapi Real Madrid. Pria kelahiran 1975 ini memiliki ibu yang berasal dari Maluku.

John Heitinga. Seperti 3 nama sebelumnya, mantan pemain Ajax, Atletico Madrid dan Everton ini merupakan putra Eropa yang memiliki darah Indonesia. Heitinga memiliki ayah orang Indonesia yang kemudian berpindah ke Belanda.

Demy de Zeeuw. Setelah diangkut oleh Ajax Amsterdam dari Eredivisie, nama Demy de Zeeuw semakin melambung. Pria yang kini bermain untuk NAC Breda ini ternaya lahir dari seorang ibu berdarah Maluku, Indonesia.

Michael Mols. Pria kelahiran Amsterdam yang telah pensiun dari klub terakhirna Feyenoord Rootterdam ini merupakan salah satu dari sekian banyak pemain bola dunia yang memiliki darah Indonesia. Tak diketahui jelas di Indonesia bagian mana, tapi kabar ini menambah daftar panjang pemain bola Eropa yang berdarah Indonesia.

Emil Audero Mulyadi. Kiper squad Primavera ini memiliki garis Indonesia dari ayahnya yang berasal dari Lombok, sedangkan ibunya ialah warga negara Italia. Emil sendiri telah menghabiskan waktu selama delapan tahun dengan Serie A sejak bergabung pada usia remaja.

Alasan unik kenapa Wenger disebut “The Professor”

Wenger mendapat julukan The Professor sejak mengantarkan Arsenal meraih banyak prestasi. Pelatih asal Perancis ini dikenal memiliki banyak strategi jitu yang membuat Arsenal konsisten menjadi klub papan atas Inggris.

Julukan ini juga tak lepas dari berbagai pencapaian akademik yang pernah ia dapat. Wenger dikenal sebagai seorang master ekonomi dan sarjana elektro di sebuah universitas di Strasbourg, Perancis. Selain itu ia juga fasih dalam beberapa bahasa di antaranya Perancis, Inggris, Jerman, Italia, Spanyol dan Jepang.

Masih belum cukup? Ia juga mendapat gelar kehormatan Officer of the Most Excellent Order of the British Empire (OBE) dan masuk di English Football Hall of Fame sebagai orang yang sangat berjasa memberi kesuksesan klubnya.

Dan yang terakhir, karena kejeniusannya, Wenger dapat mencetak banyak pemain muda dari akademi sepak bola Arsenal. Saat ini akademi sepak bola Arsenal diketahui mencetak banyak pemain-pemain terkenal seperti Ashley Cole, Gael Clichy, Jack Wilshere, Alex Song, Nickals Bendtner, Ray Parlour, Paul Merson, Tony Adams.

Memang bukan dari segi prestasi yang mencengangkan, namun Wenger mampu membawa tingkat kestabilan tinggi di Arsenal. Sekadar catatan, Arsenal menjadi satu-satunya klub Inggris yang tak pernah absen tampil di Liga Champions sejak 1998/1999.

Hebatnya, Wenger yang merupakan sarjana elektro itu melakukan hal tersebut tanpa mendapatkan dukungan finansial yang mumpuni. Seperti diketahui, Arsenal bukan klub yang loyal membelanjakan uangnya untuk membeli pemain berkualitas.

Lebih hebatnya lagi, Wenger juga menjadi sosok yang berkontribusi penting dalam kestabilan finansial klub. Ia tak jarang memberikan pendapatan besar untuk Arsenal dari hasil penjualan pemain. Itu karena Wenger memiliki keahlian khusus mengasah bakat-bakat muda untuk mengeluarkan kinerja terbaiknya.

Pada Agustus 1996, Arsenal sempat kebingungan mencari pelatih kepala baru setelah memecat Bruce Rioch. Posisi Rioch tak bisa dipertahankan setelah terlibat perselisihan dengan manajemen terkait soal transfer. Untuk sementara, mereka menugaskan Stewart Houston dan Pat Rice guna menangani tim.